Jumat, 12 Juli 2013
******** HIKMAH RAMADHAN *********
*** HIKMAH DI BALIK PUASA ***
Para pembaca yang semoga selalu dirahmati oleh Allah Ta’ala. Kita sudah mengetahui bersama bahwa puasa Ramadhan itu diwajibkan bagi setiap muslim, yang baligh, berakal, dalam kondisi sehat, bermukim, serta suci dari haidh dan nifas. Lalu apa hikmah di balik melakukan ibadah puasa ini? Hikmahnya begitu banyak. Sebagian dari kalam ulama mengenai hikmah puasa Ramadhan, kami sarikan berikut ini.
Menggapai Derajat Takwa
Allah Ta’ala berfirman (yang artinya), “Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.” (QS. Al Baqarah: 183). Ayat ini menunjukkan bahwa di antara hikmah puasa adalah agar seorang hamba dapat menggapai derajat takwa dan puasa adalah sebab meraih derajat yang mulia ini. Hal ini dikarenakan dalam puasa, seseorang akan melaksanakan perintah Allah dan menjauhi setiap larangan-Nya. Inilah pengertian takwa. Bentuk takwa dalam puasa dapat kita lihat dalam berbagai hal berikut.
Pertama, orang yang berpuasa akan meninggalkan setiap yang Allah larang ketika itu yaitu dia meninggalkan makan, minum, berjima’ dengan istri dan sebagainya yang sebenarnya hati sangat condong dan ingin melakukannya. Ini semua dilakukan dalam rangka taqorrub atau mendekatkan diri pada Allah dan meraih pahala dari-Nya. Inilah bentuk takwa.
Kedua, orang yang berpuasa sebenarnya mampu untuk melakukan kesenangan-kesenangan duniawi yang ada. Namun dia mengetahui bahwa Allah selalu mengawasi diri-Nya. Ini juga salah bentuk takwa yaitu merasa selalu diawasi oleh Allah.
Ketiga, ketika berpuasa, setiap orang akan semangat melakukan amalan-amalan ketaatan. Dan ketaatan merupakan jalan untuk menggapai takwa. (Periksa Taisir Karimir Rahman, ‘Abdurrahman bin Nashir As Sa’di, hal. 86, Muassasah Ar Risalah, cetakan pertama, 1420 H)
Hikmah di Balik Meninggalkan Syahwat dan Kesenangan Dunia
Di dalam berpuasa, setiap muslim diperintahkan untuk meninggalkan berbagai syahwat, makanan dan minuman. Itu semua dilakukan karena Allah. Dalam hadits qudsi, Allah Ta’ala berfirman (yang artinya), “Dia telah meninggalkan syahwat dan makanan karena-Ku” (HR. Muslim no. 1151). Di antara hikmah meninggalkan syahwat dan kesenangan dunia ketika berpuasa adalah:
Pertama, dapat mengendalikan jiwa. Rasa kenyang karena banyak makan dan minum, kepuasan ketika berhubungan dengan istri, itu semua biasanya akan membuat seseorang lupa diri, kufur terhadap nikmat, dan menjadi lalai. Sehingga dengan berpuasa, jiwa pun akan lebih dikendalikan.
Kedua, hati akan menjadi sibuk memikirkan hal-hal baik dan sibuk mengingat Allah. Apabila seseorang terlalu tersibukkan dengan kesenangan duniawi dan terbuai dengan makanan yang dia lahap, hati pun akan menjadi lalai dari memikirkan hal-hal yang baik dan lalai dari mengingat Allah. Oleh karena itu, apabila hati tidak tersibukkan dengan kesenangan duniawi, juga tidak disibukkan dengan makan dan minum ketika berpuasa, hati pun akan bercahaya, akan semakin lembut, hati pun tidak mengeras dan akan semakin mudah untuk tafakkur (merenung) serta berdzikir pada Allah.
Ketiga, dengan menahan diri dari berbagai kesenangan duniawi, orang yang berkecukupan akan semakin tahu bahwa dirinya telah diberikan nikmat begitu banyak dibanding orang-orang fakir, miskin dan yatim piatu yang sering merasakan rasa lapar. Dalam rangka mensyukuri nikmat ini, orang-orang kaya pun gemar berbagi dengan mereka yang tidak mampu.
Keempat, dengan berpuasa akan mempersempit jalannya darah. Sedangkan setan berada pada jalan darahnya manusia. Sebagaimana sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Sesungguhnya setan mengalir dalam diri manusia pada tempat mengalirnya darah.” (HR. Bukhari no. 7171 dan Muslim no. 2174). Jadi puasa dapat menenangkan setan yang seringkali memberikan was-was. Puasa pun dapat menekan syahwat dan rasa marah. Oleh karena itu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menjadikan puasa sebagai salah satu obat mujarab bagi orang yang memiliki keinginan untuk menikah namun belum kesampaian. (Disarikan dari Latho’if Al Ma’arif, Ibnu Rajab Al Hambali, hal. 276-277, Al Maktab Al Islamiy, cetakan pertama, 1428 H)
Mulai Beranjak Menjadi Lebih Baik
Di bulan Ramadhan tentu saja setiap muslim harus menjauhi berbagai macam maksiat agar puasanya tidak sia-sia, juga agar tidak mendapatkan lapar dan dahaga saja. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Betapa banyak orang yang berpuasa namun dia tidak mendapatkan dari puasanya tersebut kecuali rasa lapar dan dahaga saja.” (HR. Ath Thobroniy dalam Al Kabir dan sanadnya tidak mengapa. Syaikh Al Albani dalam Shohih At Targib wa At Tarhib no. 1084 mengatakan bahwa hadits ini shohih ligoirihi –yaitu shohih dilihat dari jalur lainnya)
Puasa menjadi sia-sia seperti ini disebabkan bulan Ramadhan masih diisi pula dengan berbagai maksiat. Padahal dalam berpuasa seharusnya setiap orang berusaha menjaga lisannya dari rasani orang lain (baca: ghibah), dari berbagai perkaataan maksiat, dari perkataan dusta, perbuatan maksiat dan hal-hal yang sia-sia.
Dari Abu Hurairah, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Barangsiapa yang tidak meninggalkan perkataan dusta malah mengamalkannya, maka Allah tidak butuh dari rasa lapar dan haus yang dia tahan.” (HR. Bukhari no. 1903) Dari Abu Hurairah, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Puasa bukanlah hanya menahan makan dan minum saja. Akan tetapi, puasa adalah dengan menahan diri dari perkataan lagwu dan rofats. Apabila ada seseorang yang mencelamu atau berbuat usil padamu, katakanlah padanya, “Aku sedang puasa, aku sedang puasa”.” (HR. Ibnu Majah dan Hakim. Syaikh Al Albani dalam Shohih At Targib wa At Tarhib no. 1082 mengatakan bahwa hadits ini shohih) Lagwu adalah perkataan sia-sia dan semisalnya yang tidak berfaedah. (Perkataan Al Akhfasy, Fathul Bari, 3/346, Mawqi’ Al Islam, Asy Syamilah) Sedangkan rofats adalah istilah untuk setiap hal yang diinginkan laki-laki pada wanita (Perkataan Al Azhari, Syarh Muslim, 5/13, Mawqi’ Al Islam, Asy Syamilah) atau dapat pula bermakna kata-kata kotor. (Syarh Muslim, 4/151)
Jabir bin ‘Abdillah berkata, “Seandainya kamu berpuasa maka hendaknya pendengaranmu, penglihatanmu dan lisanmu turut berpuasa dari dusta dan hal-hal haram serta janganlah kamu menyakiti tetangga. Bersikap tenang dan berwibawalah di hari puasamu. Janganlah kamu jadikan hari puasamu dan hari tidak berpuasamu sama saja.”
Itulah sejelek-jelek puasa yaitu hanya menahan lapar dan dahaga saja, sedangkan maksiat masih terus jalan. Hendaknya ketika berpuasa, setiap orang berusaha pula menahan anggota badan lainnya dari berbuat maksiat dan hal-hal yang sia-sia. Ibnu Rajab mengatakan, “Tingkatan puasa yang paling rendah adalah hanya meninggalkan minum dan makan saja.” (Latho’if Al Ma’arif, 277)
Oleh karena itu, ketika keluar bulan Ramadhan seharusnya setiap insan menjadi lebih baik dibanding dengan bulan sebelumnya karena dia sudah ditempa di madrasah Ramadhan untuk meninggalkan berbagai macam maksiat. Orang yang dulu malas-malasan shalat 5 waktu, seharusnya menjadi sadar dan rutin mengerjakannya di luar bulan Ramadhan. Juga dalam masalah shalat Jama’ah bagi kaum pria, hendaklah pula dapat dirutinkan dilakukan di masjid sebagaimana rajin dilakukan ketika bulan Ramadhan. Begitu pula dalam bulan Ramadhan banyak wanita muslimah yang berusaha menggunakan jilbab yang menutup diri dengan sempurna, maka di luar bulan Ramadhan seharusnya hal ini tetap dijaga. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “(Ketahuilah bahwa) amalan yang paling dicintai oleh Allah adalah amalan yang kontinu (ajeg) walaupun sedikit.” (HR. Abu Daud, An Nasa’i, Ibnu Majah, Ibnu Khuzaimah. Syaikh Al Albani dalam Shohihul Jami’ no. 1228 mengatakan hadits ini shohih) Para ulama seringkali mengatakan, “Sejelek-jelek kaum adalah yang mengenal Allah (rajin ibadah, -pen) hanya pada bulan Ramadhan saja.”
Penutup
Inilah beberapa hikmah syar’i yang luar biasa di balik puasa Ramadhan. Oleh karena itu, para salaf sangatlah merindukan bertemu dengan bulan Ramadhan agar memperoleh hikmah-hikmah yang ada di dalamnya. Sebagian ulama mengatakan, “Para salaf biasa berdoa kepada Allah selama 6 bulan agar dapat berjumpa dengan bulan Ramadhan. Dan 6 bulan sisanya mereka berdoa agar amalan-amalan mereka diterima”. (Latho-if Al Ma’arif, 369)
Adapun hikmah puasa yang biasa sering dibicarakan sebagian kalangan bahwa puasa dapat menyehatkan badan (seperti dapat menurunkan bobot tubuh, mengurangi resiko stroke, menurunkan tekanan darah, dan mengurangi resiko diabetes -lihat http://swaramuslim.net/), maka itu semua adalah hikmah ikutan saja dan bukan hikmah utama. Sehingga hendaklah seseorang meniatkan puasanya untuk mendapatkan hikmah syar’i terlebih dahulu dan janganlah dia berpuasa hanya untuk mengharapkan nikmat sehat semata. Karena jika niat puasanya hanya untuk mencapai kenikmatan dan kemaslahan duniawi, maka pahala melimpah di sisi Allah akan sirna walaupun dia akan mendapatkan nikmat dunia atau nikmat sehat yang dia cari-cari.
Allah Ta’ala berfirman (yang artinya), “Barang siapa yang menghendaki keuntungan di akhirat akan Kami tambah keuntungan itu baginya dan barang siapa yang menghendaki keuntungan di dunia Kami berikan kepadanya sebagian dari keuntungan dunia dan tidak ada baginya suatu bahagianpun di akhirat.” (QS. Asy Syuraa: 20) Ibnu ‘Abbas mengatakan, “Barangsiapa yang melakukan amalan puasa, amalan shalat atau amalan shalat malam namun hanya ingin mengharapkan dunia, maka balasan dari Allah: “Allah akan memberikan baginya dunia yang dia cari-cari. Namun amalannya akan sia-sia (lenyap) di akhirat nanti karena mereka hanya ingin mencari keuntungan dunia. Di akhirat, mereka juga akan termasuk orang-orang yang merugi”.” (Periksa Tafsir Al Qur’an Al ‘Azhim, 4/311, Dar Thoyibah, cetakan kedua 1420 H)
Sehingga yang benar, puasa harus dilakukan dengan niat ikhlas untuk mengharap wajah Allah. Sedangkan nikmat kesehatan, itu hanyalah hikmah ikutan saja dari melakukan puasa, dan bukan tujuan utama yang dicari-cari. Jika seseorang berniat ikhlas dalam puasanya, niscaya nikmat dunia akan datang dengan sendirinya tanpa dia cari-cari. Ingatlah selalu nasehat Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Barangsiapa yang niatnya adalah untuk menggapai akhirat, maka Allah akan memberikan kecukupan dalam hatinya, Dia akan menyatukan keinginannya yang tercerai berai, dunia pun akan dia peroleh dan tunduk hina padanya. Barangsiapa yang niatnya adalah untuk menggapai dunia, maka Allah akan menjadikan dia tidak pernah merasa cukup, akan mencerai beraikan keinginannya, dunia pun tidak dia peroleh kecuali yang telah ditetapkan baginya.” (HR. Tirmidzi no. 2465. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih. Lihat penjelasan hadits ini di Tuhfatul Ahwadzi, 7/139)
Adapun hadits yang mengatakan, “Berpuasalah, niscaya kalian akan sehat.” Perlu diketahui bahwa hadits semacam ini adalah hadits yang lemah (hadits dho’if) menurut ulama pakar hadits. (Al Hafzih Al ‘Iroqiy dalam Takhrij Al Ihya’ (3/75) mengatakan bahwa hadits ini diriwayatkan oleh Ath Thobroniy dalam Al Awsath, Abu Nu’aim dalam Ath Thib An Nabawiy dari hadits Abu Hurairah dengan sanad yang lemah (dho’if). Syaikh Al Albani dalam Silsilah Al Hadits Adh Dho’ifah (1/420) mengatakan bahwa hadits ini dho’if)
Semoga Allah menerima setiap amalan kita di bulan Ramadhan dan menjadikan kita insan yang lebih baik dari bulan-bulan sebelumnya. Semoga Allah memberikan kita petunjuk, ketakwaan, sikap menjauhkan diri dari hal-hal haram dan memberikan kita kecukupan. Alhamdulillahilladzi bi ni’matihi tatimmush sholihaat. [Muhammad Abduh Tuasikal]
Manfaat puasa ramadhan bagi umat Islam tentunya banyak. Baik itu manfaat puasa bagi kesehatan fisik maupun kesehatan jiwa kita. Karena tentunya ketika syariat Islam ada, banyak hikmah di balik itu semuanya. Termasuk juga mengenai hikmah keutamaan puasa Ramadhan bagi kita umat Islam yang wajib untuk dilaksanakan bila tidak ada halangan rintangan ketika menjalaninya. Karena memang hukum puasa Ramadhan adalah wajib. Apalagi kita sudah kian mendekati Ramadhan 1434 H yang tinggal menunggu hitungan hari lagi.
Ramadhan adalah merupakan bulan yang banyak mengandung hikmah serta keutamaannya. Sesungguhnya sudah seharusnya orang Islam dan beriman akan gembira ketika menyambut datangnya bulan suci Ramadhan ini. Bukan saja telah diarahkan menunaikan ibadah selama sebulan penuh dengan balasan pahala yang berlipat ganda, di dalam bulan Ramadhan Allah Ta'ala juga telah menurunkan kitab suci al-Quranul-karim, yang menjadi petunjuk bagi seluruh manusia di alam semesta ini dan juga untuk membedakan antara yang benar dengan yang salah.
Kewajiban menjalankan ibadah puasa Ramadhan ini telah Allah Ta'ala perintahkan dalam Al-Qur'an surat Al-Baqarah ayat 183 yang artinya :"Wahai orang-orang yang beriman ! Diwajibkan kepada kamu puasa sebagaimana telah diwajibkan atas orang-orang yang sebelum kamu, supaya kamu menjadi orang-orang yang bertaqwa." Jadi tujuan puasa Ramadhan adalah agar kita menjadi orang-orang yang bertakwa dengan sesungguhnya. Yaitu menjalankan apa yang diperintahNya serta menjauhi segala apa yang dilarangNya.
Manfaat Hikmah Puasa Ramadhan
Kita mengulang kembali dengan pengertian puasa yang pernah diulas dalam manfaat puasa bagi kesehatan yaitu yang dimaksud dengan berpuasa menurut syariat Islam ialah menahan diri dari segala sesuatu yang membatalkan puasa (seperti halnya makan, minum, hubungan kelamin, dan sebagainya) semenjak mulai terbitnya fajar sampai dengan terbenamnya matahari, disertai dengan niat iklhas ibadah kepada Allah, karena mengharapkan ridho-Nya serta menyiapkan diri dalam rangka meningkatkan ketakwaan.
Berikut beberapa manfaat puasa Ramadhan yaitu :
Dengan berpuasa Ramadhan selama 1 bulan penuh maka hal ini secara tidak langsung manfaat bagi kesehatan adalah mengistirahatkan organ pencernaan kita serta juga perut dari kelelahan bekerja yang terus menerus dalam 11 bulan, dan juga membantu mengeluarkan sisa makanan dari dalam tubuh, memperkuat badan.
Membersihkan tubuh dari racun serta kotoran (detoksifikasi). Puasa merupakan terapi detoksifikasi yang paling tua. Dengan berpuasa pada bulan suci Ramadhan, maka ini berarti kita juga akan membatasi kalori yang masuk dalam tubuh kita yang mana hal ini akan bermanfaat dalam proses metabolisme yang menghasilkan enzim antioksidan yang berfungsi salah satunya untuk membersihkan zat-zat yang bersifat racun dari dalam tubuh.
Bagi kesehatan psikologis kita faedah puasa akan kita dapatkan yaitu kondisi mental emosi kita akan lebih terjaga dan terkontrol dengan lebih baik lagi. Keadaan ini akan membantu dalam penurunan tingkat adrenalin dalam tubuh. Yang mana adrenalin juga menambah pembentukan kolesterol dari lemak protein berkepadatan rendah. Berbagai hal tersebut ternyata dapat meningkatkan resiko penyakit pembuluh darah, jantung dan otak seperti jantung koroner, stroke dan lainnya.
Puasa bagi kesehatan akan memberikan manfaatnya antara lain adalah bisa membantu dalam proses menurunkan kadar gula darah, kolesterol dan juga mengendalikan tekanan darah. Itulah mengapa dalam satu sisi, puasa sangat dianjurkan bagi perawatan mereka yang menderita penyakit diabetes, kolesterol tinggi, kegemukan dan darah tinggi. Tentunya hal ini juga harus dikonsultasikan terlebih dahulu dengan tim medis yang berkompeten bila anda adalah mempunyai suatu jenis penyakit tertentu.
Selain manfaat puasa ramadhan bagi kesehatan yang akan kita peroleh bila kita benar-benar menjalankan rukun dan syarat puasa yang benar, maka kita juga akan banyak mendapatkan hikmah bulan Ramadhan itu sendiri.
Dan berikut adalah beberapa hikmah bulan Ramadhan yaitu :
Salah satu dari hikmah keutamaan puasa ramadhan ini bagi Umat Islam adalah akan diampuni dosa-dosanya yang telah lalu. Hal ini berdasarkan sebuah dalil hadist yang berbunyi :"Barangsiapa yang berpuasa Ramadhan dengan penuh iman dan mencari ridha Allah, maka ia akan diampuni dosa-dosanya yang telah lalu."(Hadits Mutafaqun ‘Alaih).
Meningkatkan rasa syukur kita terhadap banyaknya nikmat yang telah Allah Ta'ala anugerahkan kepada kita semuanya. Hal ini bisa kita lakukan dengan melakukan berbagai amalan kebaikan dalam bulan ramadhan seperti contohnya bersedekah kepada orang-orang fakir pada bulan Ramadhan mulia ini, Banyak memberi dan jadilah seseorang yang memberikan pemberian orang yang tidak takut miskin. Berderma dengan harta dan kebaikan kepada saudara-saudaramu yang membutuhkan, dan menjadi orang yang mensyukuri nikmat Allah.
Ikut merasakan apa yang dirasakan oleh orang yang kurang berkecukupan. Dalam puasa kita tentu merasa lapar dan dahaga, mengingatkan kita betapa menyedihkannya nasib orang yang tidak berpunya. Mungkin kita hanya beberapa jam saja, lalu kita bisa berbuka puasa, sedangkan mereka yang miskin tak berpunya bisa saja puasa sepanjang siang dan malam. Tentu ini membuat kita menjadi lebih bersyukur kepada Allah atas semua nikmat yang diberikanNya.
Melatih diri kita pribadi khususnya untuk menyeimbangkan urusan dunia dan akhirat. Jika pada 11 bulan yang lalu kita sering melalaikan Allah untuk hal-hal yang bersifat duniawi, ini saatnya kita menata diri dalam beribadah kepadaNya, supaya tercapai keseimbangan kehidupan dunia dan akhirat. Ibadah dan pekerjaan dunia haruslah seimbang, sehingga kita menjadi manusia yang seutuhnya yang banyak memberikan kebaikan kepada banyak manusia.
Puasa akan membiasakan umat Islam untuk hidup disiplin, bersatu, cinta keadilan dan persamaan, juga melahirkan perasaan kasih sayang dalam diri orang-orang beriman dan mendorong mereka berbuat kebajikan.
Marhaban Ya Ramadhan. Bulan Ramadhan adalah bulan yang penuh dengan barakah. Pada bulan suci ini pintu surga dibuka selebar-lebarnya dan pintu neraka ditutup serapat-rapatnya. Pada bulan kemuliaan Ramadhan ini setan-setan dibelenggu.
Kamis, 11 Juli 2013
BANTUAN SISWA MISKIM (BSM) TAHUN 2013
KAMI UMUMKAN UNTUK SEGENAP PENGELOLA RA DAN MADRASAH SE KABUPATEN BANGKALAN BAHWA PENCAIRAN DAN PELAKSANAAN PROGRAM BANTUAN SISWA MISKIN (BSM) AKAN MERUJUK PADA SURAT KEPUTUSAN DIRJEN PENDIS NOMOR :508 TAHUN 2013 .
PEDOMAN BISA DI LIHAT PADA TAUTAN BERIKUT :
PEDOMAN BISA DI LIHAT PADA TAUTAN BERIKUT :
- https://www.facebook.com/groups/emis.bangkalan/537566802958337/?notif_t=group_activity
- https://www.facebook.com/groups/emis.bangkalan/537578389623845/?notif_t=group_activity
ADAPUN FORMAT DAN KUOTA MASING-MASING-MASING MADRASAH DAPAT DILIHAT PADA TAUTAN BERIKUT :
- https://www.facebook.com/groups/emis.bangkalan/537564719625212/?comment_id=537590792955938¬if_t=group_comment_reply
- https://www.facebook.com/groups/emis.bangkalan/537639202951097/?notif_t=group_activity
SEDANGKAN FORMAT PEMBUKAAN REKENING DAN JADWAL PENGARAHAN BISA DI LIHAT DI ::
Rabu, 10 Juli 2013
TAFSIR SURAT AL-MAIDAH AYAT 90 - 91
بسم الله الرحمن الرحيم
يآايهاالذينء آمنوإانماالخمروالميسررجس من عمل الشيطان فاجتنبوه لعلكم تفلخون(90)إنمايريدالشيطان أن يوقع بينكم العداوةوالبغضاءفي الخمر والميسرويصدكم عن ذكرالله وعن الصلاة فهل أنتم منتهون(91(
تفسير هذه السورة
قال القرطوبي في تفسيره ج 3ص51:
والخمر مأخوذة من خمر, إذا ستر ومنه خمارالمرأةلأنه يستر وجهها. وكل شيء غطى شيئا فقد خمره. ومنه: خمرواآنيتكم أي: غطوها. وقيل:إنما سميت الخمر خمرا،لأنها تركت حتى أدركت كما يقال: قد اختمر العجين،أي: بلغ إدركه. وخمر الرأي ، أي ترك حتى يتبين فيه الوجه. وقيل: إنما سميت الخمر خمرا،لأنها تخا لط العقل.من المخا مرة وهي المخا لطة. ومنه قولهم: دخلت في خما رالناس-بفتح الخاء وضمها- أي: اختلط بهم.فالمعاني الثلا ثة متقاربة, فالخمرتركت حتى أدركت،ثم خالطت العقل،ثم خمرته والأصل الستر. والميسر:القمار-بكسرالقاف-وهو في الأصل مصدر ميمي من يسر كالموعد من وعد.وهو مشتق من اليسر بمعنى السهولة،لأن المال يجيء للكاسب من غير جهد،أو هو مشتق من يسر بمعنى جزأ،ثم أصبح علماعلى كل ما يتقامر عليه كالجزور ونحوه.
وقال الفضيلة الإمام الأكبر سيد طنطاوي شيخ الأزهر في التفسير الوسيط:
والمراد بالميسرمايشمل كل كسب يجيء بطريق الحظ المبني على المصادفة فاللعب بالنرد على مال يسمى قمارا،واللعب بالسطرنجع على مال يسمى قمارا وهكذا ما يشبه ذلك من الوان تمليك المال بالخاطرة وبطريق الحظ المبنى على المصادفة. وتحريم الميسير تحريم لذات الفعل. فالعمل فى ذاته حرام،والكسب عن طريقه حرام. والأنصاب جمع نصب،وتطلق على الأصنام التي كانت تنصب للعبادة لها اوعلى الحجارةالتي كانت تخصص للذبح عليها تقربا للأصنام. والأزلام جمع زلم.وهي السهام التي كانوا يتقاسمون بهاالجزورأوالبقرة إذا ذبحت. فسهم عليه واحد، وسهم اثنان وهكذا إلى عشرة.أو هي السها م التي كانوا يكتبون أحدها:أمرني ربي والآخرنهاني ربي ، ويتركون الثالث غفلا من الكتابة فإذا ارادوا سفرا أو حربا أوزواجا اوغير ذلك أتوا إلى بيت الأصنام واستقسموها ، فإن خرج أمرني ربي أقدمواعلى ما يرونه، فإن خرج نهاني ربي أمسكوا عنه، وإن خرج الغفل أجالوها حتى يخرج الأمر أوالنهي. وقد نهى الله-تعالى-في أوائل هذه السورة عن الأستقسام بالأزلام فقال (وأنتستقسموا بالأزلام ذلكم فسق)المائده الاية 3. وقوله (رجس) أي قذر تأباه النفوس الكريمة والعقول السليمة لقذراته ونجاسته.
وقال الفخر الرازي في تفسيره ج 12 ص 79: والرجس في اللغة كل ما استقذر من عمل. يقال: رجس الرجل رجسا إذا عمل عملا قبيحا.وأصله منالرجس-بفتح الراء-وهو شدة الصوة. يقال: سحاب رجاس إذا كان شديد الصوت بالرعد. فكأن الجس هو العمل الذي يكون قوي الدرجة كامل الرتبة في القبح.وقد ذكر الفضيلة الأمام الأكبر الدكتور سيد طنطاوي شيخ اللأزهر-حفظه الله –في تفسيره نقلا عن تفسير ابن جريرالطباري: وقد ذكر المفسرون في سبب نزول هذه الآية روايات منها ما أخرجه ابن جرير عن ابن عباس قال: نزل تحريم الخمر في قبيلتين من قبائل الأنصار. شربوا حتى ثملوا،فعبث بعضهم ببعض، فلما أن صحوا، جعل الرجل منهم يرى الأثر بوجهه ولحيته فيقول: فعل هذا بي أخي فلان-وكانوا إخوة ليس في قلوبهم ضغائن- والله لو كان بي رؤوفا رحيما ما فعل بي هذا، حتى وقعت في قلوبهم الضغائن فأنزل الله : (ياءيها الذين آمنوا إنما الخمر والميسر) إلى قوله تعالى:(فهل أنتم منتهون)
وذكرالفضيلة الامام الأكبر محمدسيد طنطاوي شيخ الأزهر-حفظه الله-تفسير هاتين آيتين في تفسيره ج4 ص 276 وقال: والمعنى (ياءيها الذين ءمنوا) أي إيمانا حقا.إنما تعاطى (الخمر) أي: الشراب الذي يخامر العقل ويخالطه ويمنعه من التفكير السليم (والميسر) أي القمار الذي عن طريقه يكون تمليك المال بالحظ المبني على المصادفة والمخاطرة(واللأنصاب) أي: الحجارة التي تذبح عليها الحياونات تقربا للأصنام. (والأزلام) أي: السهام التي عن طريقها يطلب الشخس معرفة ما قسم له من خيرأو شر.هذه الأنواع ألأربعة (رجس من عمل الشيطان) أي: مستقدرة تعافها النفوس الكريمة. وتأباها العقول السليمة،لأنها من تزيين الشيطان الذي هو عدو للإنسان، ولا يريد له إلا ما كان شيئا قبيحا. قال تعالى : (الشيطان يعدكم الفقر ويأمركم بالفحشاء) البقرة 268 . والفاء في قوله-تعالى-(فاجتنبوه) للإفصاح، والضمير فيه يعود على الرجس الي هو خبر عن تلك الأمور الأربعة وهي الخمر والميسروالنصاب والأزلام. أي : إذا كان تعاطى هذه الأشياء الأربعة رجسا و قذرا ينأى عنه العقلا، فاجتنبوه لعلكم بسبب هذا الإجتناب والترك لذلك الجس تنالون الفلاح والظفر في دنياكم وآخرتكم. والنداء بقوله-تعالى-(ياءايها الذين آمنوا) عام لجميع المؤمنين، وقد نادهم-سبحانه-بهذه الصيغة لتحريك حرارة العقيدة في قلوبهم حتى يستجيبوا لما نودوا من أجله، وهو اجتناب تلك الرذائل وتركها تركا تاما. وقوله (رجس) خبر عن هذه الرذائل الأربعة. وصح الإخباربه-مع أنه مفرد-عن متعدد هو هذه الأربعة،لأنه مصدر يستوى فيه القليل والكثيروشبيه بذلك قوله-تعالى-(إنما المشركون نجس). و قيل: لأنه خبرعن الخمر، و خبرالمعطوفات عليها محوف ثقة بالمذكور. وقيل: لأن الكلام مضافا إلى تلك الأشاء، وهو خبر عنه. أي: إنماشأن هذه الأشياء أو تعاطيها رجس. وقوله : ( من عمل الشيطان في محل رفع على أنه صفة لقوله تعالى : ( رجس ) أي رجس كائن من عمل الشيطان لأنه ناجم عن تزيينه وتسويله إذ هو خبيث والخبيث لا يدعو إلا إلى الخبيث فالمراد من إضافة العمل إلى الشيطان المبالغة في كمال قبح ذلك العمل.وعبر بقوله : ( فاجتنبوه ) للمبالغة في الأمر بترك هذه الرذائل فكأنه سبحانه وتعالى يقول : لا أمركم فقط بترك الرذائل بل أمركم أيضا بان تكونو أنتم في جانب وهذه المنكرات في جانب أخر. فالامر هنا منصب على الترك وعلى كل ما يؤذي إلى اقتراف هذه المنكرات كمخالطة المرتكبين لها. وغيشيان مجالسها ثم أكد سبحانه تحريم الخمر والميسر ببيان مفاسدهما الدنياوية والدينية فقال تعالى : ( إنما يريد الشيطان أن يوقع بينكم العداوت والبغضاء في الخممر والميسر ويصدكم عن ذكر الله وعن الصلوة فهل أنتم منتهون ) أي ( إنما يريد الشيطان ) بتزيينه المنكرات لكم ( أي يوقع بينكم العداوت والبغضاء ) بان يقطع ما بينكم كم صلات ويثير في نفوسكم الأحقاد والضغائن بسبب تعاطيكم للخمر والميسر, وذلك لأن شارب الخمر غذا ما استولت الخمر على عقله أزالت رشده وأفقدته وعيه وتجعله قد يسيئ إلى من أحسن إليه ويعتدي على صديقه وجليسه وذلك يورث أشد ألوان العداوة والبغضاء بين الناس. فقوله تعالى: (إنما يريد الشيطان أن يوقع بينكمالعداوة والبغضاء في الخمروالميسر) إاشارة إلى مفاسدهما الدنيوية. أما مفاسدها الدينية فقد أشار إليها بحانه بقوله (ويصدكم عن ذكر الله وعن الصلاة). أي: ويريد الشيطان بسبب تعاطيكم للخمر والميسر أن يصدكم أي يشغلكم ويمنعكم (عن ذكر الله) أي عن طاعطه ومراقبته والتقرب إليه (وعن الصلاة) التي هي الركن الثاني من أركان الإسلام. وذلك لأن شارب الخمر يمنعه ما حل به من نشوة كاذبة،زمن فقدان لرشده عن طا عة الله و عن اداء ما أوجبه عليه من صلاة وغيرها. ولأن متعاطى الميسر بسبب استحلاله لكسب المال عن هذه الطريق الخبيث، و يسبب فقدانه للعاطفة الدينية صار لا يفكر في القيام بما أوجبه الله عليه من عبادات. ونقل-حفظه الله-عن تفسير الآلو سى ونقل حفظه الله تعالى عن الالوسي ج 7 ص 16 فقد قال : عند تفسيره الجملة الإعتراضية رحمه الله لهذه الأية : ووجه صد الشيطان لهم عن ذكر الله وعن الصلاة بسبب تعاطيهم للخمر والميسر أن الخمر لغلبة السرور والطرب على النفوس بها. والإستغراق في الملاذي الجسمنية تلهى عن ذكر الله تعالى وعن الصلاة وأن الميسر إن كان اللاعب به غالبا إن شرحت نفسه وصده حب الغلب والقهر والكسب عما ذكر وإن كان مغلوبا حصل له من الإنقباظ والقهر ما يحثه الإحتيال لأن يصير غالبا فلا يخطر في قلبه غير ذلك ولقد شاهدنا كثيرا ممن يلعب بسطرنج يجري بينهم من اللجاج والحلف الكاذب والغفلة عن ذكر الله تعالى ما ينفر منه الفيل وتقبل له الفرس ويحار لشناعته الفهم وتسود رقعة الأعمال
وقال فضيلة الإمام الأكبر في تفسيره : وجمع سبحانه الخمر والميسر مع الأنصاب والأزلام في الأية الـأولى ثم أفردهما في ذكر هذه الأية لأن الخطاب للمؤمنين والمقصود نهيهم عن الخمر والميسر وإظهار أن هذه الأربعة متقاربة في القبح والمفسدة أي أن مجيئ الأنصاب والأزلام مع الخمر والميسر إنما هو لتقبيح تعاطيهما وتأكيد حرمتهما حتى لك أن متعاطي الخمر والميسر يفعل أفعال الجاهلية وأهل الشرك بالله تعالى وكأنه كما يقول صاحب الكشاف الشيخ الزمخشري لا يمباينة بين من عبد صنما وأشرك بالله في علم الغيب وبين من شرب خمرا أو قامر. و خص الصلاة با لذكر مع أنها لون من ألوان ذكر الله، تعظيما لشأنها، كما هو الحال في كرالخاص بعد العام، وإشعارا بأن الصاد عنها كا الصاد عن الإيمان.لما أنها عمادالدين والفارق بين المسلم والكافر. والإستفهام في قوله (فهل أنتم منتهون) لإنكار استمرارهم على الخمر والميسر بعد أن بين لهم ما بين مضارهما الدنيوية و الدينية ولحضهم على ترك تعا طيهما فورا. أي انتهوا سريعاعنهما فقد بينت لكم ما يدعو إلى ذلك.
BISMILLAHIRROHMANIROOHIM
"Wahai orang2 yang beriman sesungguhnya minuman keras, judi,berkurban untuk berhala, dan mengundi nasib dengan anak panah adalah termasuk perbuatan keji dan termasuk perbuatan setan maka jauhilah perbuatan2 itu agar kamu beruntung(90) Dengan minuman keras dan judi itu, setan hanyalah bermaksud menimbulkan permusuhan dan kebencian diantara kamu dan menghalang-halangi kamu dari mengingat Alloh dan melaksanakan sholat maka tidakkah kamu berhenti?
Imam Qurtubi dalam kitab tafsirnya berkata : kata الخمر diambil dari kata خمر yang juga bermakna ستر yang berarti menutupi, dan kata خمر juga diambil dari خمارالمرأة yaitu penutup kepala wanita di namakan khumar karena khumar menutupi wajah wanita. maka segala sesuatu yang menutupi sesuatu yang lain juga bisa dikatakan khamr,bagian dari penggunaan kata khamr yang berarti bermakna menutupi adalah kata خمرواآنيتكم yang bermakna tutuplah bejana2 kalian, yang juga bermakna غطواها. Dikatakan juga bahwa dinamakan khamr karena sesuatu itu dibiarkan dan ditinggalkan sampai diketahui hasilnya,seperti ungkapan قد اختمرالعجين adonan itu menjadi masam atau dalam makna lain telah diketahui hasilnya.وخمر الرأي pendapat itu diabaikan atau pendapat itu diabaikan sampai jelas bukti dari pendapat tersebut. Dikatakan juga bahwa al-khamru dinamakan khamr karena khamr mencampuri akal, diambil dari kata المخامرة yang bermakna المخالطة yaitu percampuran,perkumpulan. Dan kata khamr yamh berarti bermakna campur atau kumpulan adalah ungkapan orang2 arab دخلت في خمار الناس yang artinya saya masuk ke kumpulan manusia lafadz خمارbisa dibaca dengan memfathah huruf kho dan mendhomahnya,yang juga bermakna اختلطت بهم yang artinya saya bergaul dengan manusia. Maka 3 ungkapan tentang makna khamr adalh berdekatan 3 makna tersebut adalah ستر،ترك،تخالط . maka khamr itu ditinggalkan sampai diketahui kemudian mencampuri akal yang kemudian menutupinya yang asal dari kata السنر berarti menutup. الميسر juga bermakna القمار dengan membaca kasroh qofnya yang bermakna judi. Kata الميسر adalah bentuk kata benda (masdar)dari kata kerja يسر yang seperti الموعد diambil dari kata وعدkata يسر diambil dari kata اليسر yang berarti السهولة yang berarti kemudahan, karena harta yang datang kepada orang yang berjudi datang tanpa disertai dengan usaha. Atau diambil dari kataجزأmembagi, kemudian menjadi isim alam atas tiap2 sesuatu yang dipertaruhkan seperti binatang yang disembelih dan sejenisnya. Syaikhul azhar Fadhilatud duktur Sayid tontowi dalm kitab tafsirnya berkata: maka makna dari kata الميسر adalah mencakup segala harta yang datang dengan jalan keberuntungan atau tak terduga maka permainan dadu dengan uang dinamakan judi, dan permainan catur dengan uang juga bisa dikatakan judi begitu juga memperoleh harta dengan cara seperti diatas seperti memperoleh harta dengan jalan taruhan atau dengan jalan keberuntungan yang tidak terduga. Dan pengharaman judi adalah pengharaman karena jenis perbuatannya,maka melaksanajannya adalah haram dan mencari harta dengan cra berjudi juga haram. Kata الأنصاب adalah jamak dari kata نصب yaitu berkurban untuk berhala atau menyembelih kurban diatas batu sebagai cara untuk mendekatkan diri pada berhala. الأزلم jamak dari زلم
( رجس ) ya'ni suatu yang menjijikkan, yang tidak disukai hati yang mulya atau akal yang sehat dikarnakan menjijikkan atau najis.
Sedangkan menurut imam al- Razi رجس menurut bahasa adalah setiap perkara yang dianggap tidak layak dari setip perbuatan. Dikatakanرجس الرجل رجسا apabila dia mengerjakan suatu yang tidak layak dikerjakan. Dan kalimat diatas diambil dari kata رجس dengan dibaca fathah Ra'nya yang artinya, suara yang keras. Dikatakan سحاب رجاس bila mendung itu disertai dengan petir yang suaranya keras
Sedangkan penyebab turunnya ayat ini terdapat banyak riwayat yang telah disebutkan oleh para Mufassir dan diantaranya adalah : riwayat yang berada didalam kitab Shohih Muslim dari Sa'ad Bin Abi Waqas, beliau berkata: turun beberapa ayat untukku, beliau berkata dalam riwayat ini : " aku mendatangi golongan dari kaum Anhsor, kemudian golongan Anshor memanggilku " hai Sa'ad kesini makan, minum ini khomar kami persembahkan untuk kamu, dan kejadian ini terjadi sebelum khomer diharamkan, beliu meneruskan riwayatnya , " kemudian aku mendatangi mereka kaum Ansor di suatu perkebunan di sana aku temukan kepala Sapi yang sudah dipanggang, dan minuman dari khomer, beliua meneruskan riwayatnya kembali " kemudian aku makan dan minum bersama mereka " di tempat itu aku mengatakan : " kaum Muhajirin itu lebih begus dari pada kaum Anshor, kemudian satu di antara mereka kaum Anshor datang menghampiri aku dan memukulku hingga hidungku terluka, kemudian aku mendatangi Rasulullah mengabarkan kejadian yang menimpaku tersebut, kemudian turunlah ayat di atas
ياأيها الذين أمنوا إنما الخمر والميسر والأنصاب والأزلام رجس من عمل الشيطان فاجتنبوه
Langganan:
Postingan (Atom)
